smantiga86

Lord of SMANTA Alumni

Trailers; Skenario Langit

Posted by smantiga86 pada September 1, 2009

anaksholat
Skenario 1
Andaikan kita sedang naik di dalam sebuah kereta ekonomi. Karena tidak mendapatkan tempat duduk, kita berdiri di dalam gerbong tersebut. Suasana cukup ramai meskipun masih ada tempat bagi kita untuk
menggoyang-goyangkan kaki. Kita tidak menyadari handphone kita terjatuh.
Ada orang yang melihatnya, memungutnya dan langsung mengembalikannya kepada kita.
Pak, handphone bapak barusan jatuh nih,” kata orang tersebut seraya memberikan handphone milik kita.
Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut? Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih dan berlalu begitu saja.

Skenario 2
Sekarang kita beralih kepada skenario kedua. Handphone kita terjatuh dan ada orang yang melihatnya dan memungutnya.Orang itu tahu handphone itu milik kita tetapi tidak langsung memberikannya kepada kita. Hingga tiba saatnya kita akan turun dari kereta, kita baru menyadari handphone kita hilang.
Sesaat sebelum kita turun dari kereta, orang itu ngembalikan handphone kita sambil berkata,
“Pak, handphone bapak barusan jatuh nih.” Apa yang akan kita lakukan kepada orang tersebut?
Mungkin kita akan mengucapkan terima kasih juga kepada orang tersebut. Rasa terima kasih yang kita berikan akan lebih besar daripada rasa terima kasih yang kita berikan pada orang di skenario pertama (orang yang langsung memberikan handphone itu kepada kita). Setelah itu mungkin kita akan langsung turun dari kereta.

Skenario 3
Marilah kita beralih kepada skenario ketiga. Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, hingga kita menyadari handphone kita tidak ada di kantong kita saat kita sudah turun dari kereta. Kita pun panik dan segera menelepon ke nomor handphone kita, berharap ada orang baik yang menemukan handphone kita dan bersedia mengembalikannya kepada kita.

Orang yang sejak tadi menemukan handphone kita (namun tidak memberikannya kepada kita) menjawab telepon kita. “Halo, selamat siang, Pak. Saya pemilik handphone yang ada pada bapak sekarang,” kita mencoba bicara kepada orang yang sangat kita harapkan berbaik hati mengembalikan handphone itu kembali kepada kita.
Orang yang menemukan handphone kita berkata, “Oh, ini handphone bapak ya.
Oke deh, nanti saya akan turun di stasiun berikut. Biar bapak ambil di sana nanti ya.”

Dengan sedikit rasa lega dan penuh harapan, kita pun pergi ke stasiun berikut dan menemui “orang baik” tersebut. Orang itu pun memberikan handphone kita yang telah hilang.
Apa yang akan kita lakukan pada orang tersebut?

Satu hal yang pasti, kita akan mengucapkan terima kasih, dan seperti nya akan lebih besar daripada rasa terima kasih kita pada skenario kedua bukan?
Bukan tidak mungkin kali ini kita akan memberikan hadiah kecil kepada orang yang menemukan handphone kita tersebut.

Skenario 4
Terakhir, mari kita perhatikan skenario keempat.Pada skenario ini, kita tidak sadar handphone kita terjatuh, kita turun dari kereta dan menyadari bahwa handphone kita telah hilang, kita mencoba menelepon tetapi tidak ada yang mengangkat.Sampai akhirnya kita tiba di rumah.

Malam harinya, kita mencoba mengirimkan SMS :
“Bapak / Ibu yang budiman. Saya adalah pemilik handphone yang ada pada bapak / ibu sekarang.
Saya sangat mengharapkan kebaikan hati bapak / ibu untuk dapat mengembalikan handphone itu kepada saya. Saya akan memberikan imbalan sepantasnya. “

SMS pun dikirim dan tidak ada balasan. Kita sudah putus asa.

Kita kembali mengingat betapa banyaknya data penting yang ada di dalam handphone kita. Ada begitu banyak nomor telepon teman kita yang ikut hilang bersamanya. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian, orang yang menemukan handphone kita menjawab SMS kita, dan mengajak ketemuan untuk mengembalikan handphone tersebut.

Bagaimana kira-kira perasaan kita?
Tentunya kita akan sangat senang dan segera pergi ke tempat yang diberikan oleh orang itu.
Kita pun sampai di sana dan orang itu mengembalikan handphone kita. Apa yang akan kita berikan kepada orang tersebut?

Kita pasti akan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadanya, dan mungkin kita akan memberikannya hadiah (yang kemungkinan besar lebih berharga dibandingkan hadiah yang mungkin kita berikan di skenario ketiga).

Moral of the story
Apa yang kita dapatkan dari empat skenario cerita di atas? Pada keempat skenario tersebut, kita sama-sama kehilangan handphone, dan ada orang yang menemukannya.

Orang pertama menemukannya dan langsung mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih.
Orang kedua menemukannya dan memberikan kepada kita sesaat sebelum kita turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih yang lebih besar.
Orang ketiga menemukannya dan memberikan kepada kita setelah kita turun dari kereta. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah dengan sedikit hadiah.
Orang keempat menemukannya, menyimpannya selama beberapa hari, setelah itu baru mengembalikannya kepada kita. Kita berikan dia ucapan terima kasih ditambah hadiah yang lebih besar.

Ada sebuah hal yang aneh di sini. Cobalah pikirkan, di antara keempat orang di atas, Siapakah yang paling baik? Tentunya orang yang menemukannya dan langsung memberikannya kepada kita, bukan? Dia adalah orang pada skenario pertama.
Namun ironisnya, dialah yang mendapatkan reward paling sedikit di antara keempat orang di atas.
Manakah orang yang paling tidak baik? Tentunya orang pada skenario keempat, karena dia telah membuat kita menunggu beberapa hari dan mungkin saja memanfaatkan handphone kita
tersebut selama itu.
Namun, ternyata dia adalah orang yang akan kita berikan reward paling besar.

Apa yang sebenarnya terjadi di sini? Kita memberikan reward kepada keempat orang tersebut secara tulus, tetapi orang yang seharusnya lebih baik dan lebih pantas mendapatkan banyak, kita berikan lebih sedikit.
OK, kenapa bisa begitu? Ini karena rasa kehilangan yang kita alami semakin bertambah di setiap
skenario.
Pada skenario pertama, kita belum berasa kehilangan karena kita belum sadar handphone kita jatuh, dan kita telah mendapatkannya kembali.
Pada skenario kedua, kita juga sudah mulai merasakan kehilangan karena saat itu kita baru sadar, dan kita sudah membayangkan rasa kehilangan yang mungkin akan kita alami seandainya saat itu kita sudah turun dari kereta.
Pada skenario ketiga, kita sempat merasakan kehilangan, namun tidak lama kita mendapatkan kelegaan dan harapan kita akan mendapatkan handphone kita kembali.
Pada skenario keempat, kita sangat merasakan kehilangan itu. Kita mungkin berpikir untuk memberikan sesuatu yang besar kepada orang yang menemukan handphone kita, asalkan handphone itu bisa kembali kepada kita. Rasa kehilangan yang bertambah menyebabkan kita semakin menghargai handphone yang kita miliki.

Dan…akhirnya !…
Saat ini, adakah sesuatu yang kurang kita syukuri? Apakah itu berupa rumah, handphone, teman-teman, kesempatan berkuliah, kesempatan bekerja, atau suatu hal lain.
Namun, apakah yang akan terjadi apabila segalanya hilang dari genggaman kita.
Kita pasti akan merasakan kehilangan yang luar biasa…
Saat itulah, kita baru dapat mensyukuri segala sesuatu yang telah hilang tersebut.

Namun, apakah kita perlu merasakan kehilangan itu agar kita dapat
bersyukur? Sebaiknya tidak. Syukurilah segala yang kita miliki, termasuk hidup kita, selagi itu masih ada. Jangan sampai kita menyesali karena tidak bersyukur ketika itu telah lenyap dari diri kita.

Jangan pernah mengeluh dengan segala hal yang belum diperoleh. Bahagialah dengan segala hal yang telah diperoleh.
Sesungguhnya, hidup ini berisikan banyak kebahagiaan. Bila kita mampu memandang dari sudut yang benar.

(diambil dari email AJP)

16 Tanggapan to “Trailers; Skenario Langit”

  1. it4 said

    Kejadian yang sederhana..simple..sering dialami sehari2…
    tapi….butuh …waktu untuk kita kadang2 memahami arti bersyukur….
    Rasa syukur kepada-Nya yang terucap dalam Doa akan meringankan beban pikiran yang berat….emosi yang meledak..amarah yang membakar….
    Rasa syukur akan membuat kita dapat menjalani hidup dg lebih ringan…dan bahagia…
    Thanks ya Pak untuk pencerahannya….

  2. Fadil said

    Betul Adekku!…kata pak kyai dusun tuh, cuma ado 2 hal yang sulit dipelajari dan sekaligus diprakteke… tapi kalu berhasil…Subhanallah…kecukupan harta dan syurga akan jadi balasannya…! Duo hal itu disebut jugo S2 (la ngembek S2 belum ???)…yaitu..SABAR dan SYUKUR…

  3. it4 said

    Lagi berusaha ambek S2 (Sabar dan Syukur) dan S2 Ekonomi…ni Pak semoga saja berhasil ketiga2-nya…

    Sekali lagi terima kasih ..Anakku…atas tulisan2nya…senang bisa sharing…

  4. Fadil said

    Mokaseh jugo ..Adekku !…Salam ke be buat Adek2 kito yang laen,…Kakak kau ni cuma ado sharengan teh ni la! …Ai..pecaknyo lagi sibuk buat Es Sruputt buat buko’an gek, payo bage-bage Adekku !…

  5. it4 said

    Ok..bang Haji…salam la disampeke..
    Mak ini ari idak pake sharengan teh lagi…
    Kalo nak buka’an diaturi..hari ini menunya pindang kepala ikan Salmon….he..he..he..

  6. Fadil said

    Mokaseh..kalu la disampeke salam kito dek, temasuk jugo ajakan buko-nyo… mokaseh nian!, Oh yo, kiro2 makmano lebaran kagek be kami mamper ke rumah adek sklg tu!, sekalian ajak la pulok budak-budak kito yang lebaran (Mudek) di Plg, macem : yayan + erik, Dian, Nelly, Etin, Nita, Ica, dll. Mantap la itu, kuraso …!

  7. it4 said

    Pak dak nulis lagi yo…gek bedebu web ini klo dak katek yang singgah……

    • Fadil said

      Wa’alaikumsalam,..hai Adeekku !, …

      Dang lesu bae, mano jg kito lagi puaso Syawal,…rencanonyo nak nuliske tentang “Reuni Kecik ala Yayan Erry” kemaren yang tanggal 25 Sept 2009…rasoku adek melok, yo dak!! Nah ..kalu mak itu, makmano Adek tu jugo nuliskenyo atau mendaktu nyumbangke tulisan artikel apo be..gek aku muat di blog ini !..misalnyo “caro buat pempek lemak tapi murah” apo be la adekku..Ku tunggu yo !!!!

      • it4 said

        Aaah …jgn lesu..la..bang.. aq la puaso syawal hari ke-empat ini..idak lesu2 ..cuma lagi suntuk be..he..he.he..caknyo lagi diuji Allah kesabarannya..
        Aq dak bisa nulis bagus..suka nganar2….

      • smantiga86 said

        Tulisannyo jangan ditulis tangan, tulisan Adek Ita kan jelek !,…Di ketik be, pake komputer, nganar2 dikit dak apolah, trus emailke aku. Nah…Untuk tulisan yang berhasil dimuat, akan mendapatkan pujian dan kasih sayang dari kami…!

  8. it4 said

    Enak be tulisan tangan aq ni bagus..cuma isi tulisannya..dak bagus….nganarnyo banyak nti pusing pula wong yang bacanyo..

    Yo udahlah klo masih lesu….kami tunggu bae….
    Met puaso Syawal…ye..klo pengen buko dgn pempek ngomong ….Savik la tecicip pempek bikinan aq..he..he..he..

    • Fadil said

      Aku denger ado lokak pempek mak itu…laju semangat lagi, Adekkuuu!, Cakmano keremke lah ke rumah ta…! Alamatnyo gek ku sms be, apo cakmano ?

  9. beno said

    dak ngajak2 cak nyo ado reunian yo

  10. it4 said

    Bang Haji cak mano klo nak kirim tulisan ke blog ini ?? caknyo bakal aku kudeta..nian…secara dak peranh disinggahi lagi..:D

  11. Fadil said

    Nah… aku setuju nian..amen nak kerem tulisan !, mak ini be alamtke be email aku fadil_smr@pusri.org

    “Bagi tulisan atau artikel yang berhasil dimuat, akan mendapatkan imbalan ala kadarnya, berupa ucapan pujian-pujian plus ucapan terima kasih”

    • it4 said

      he..he..belum dalam waktu dekat ini..baru separuh jadi tulisannyo.

      hua..ha..ha dak galak aku pujian samo ucapan terima kasih..la banyak dan sering yang ngasih cak itu ke aku…yang lain bae..yo..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: