smantiga86

Lord of SMANTA Alumni

“Laskar Pelangi”

Posted by smantiga86 pada Januari 31, 2008

laskar_pelangi.jpg Kemaren, kurang lebih 3-4 hari kami (saya) berada di Jakarta. Setelah pulang ke Palembang, muncul kerinduan yang  “sangat”, buat kami untuk kembali “mengisi” blogsite ini.. Ada satu hal yang terkesan “sangat” dari keberadaan kami di Jakarta kemaren.. ceritanya kami sempat membeli “LASKAR PELANGI” di salah satu book-store di daerah Rawamangun.
Ternyata, LASKAR PELANGI by Andrea Hirata, bukanlah laksana LASKAR CINTA by Dewa (Dhani Ahmad), atau pun LASKAR SRIWIJAYA by Rahmad Darmawan (Sriwijaya FC), apa lagi LASKARbit by salah satu counter di Pasar Cinde Palembang.

Sebetulnya sebelum timbul keinginan “membongkar” buku ini, kami telah mendapat referensi pujian & kajian dari beberapa kolega termasuk tontonan pada acara tv Kick-Andy tentang kehebatan “Laskar Pelangi” . Kenapa Laskar Pelangi begitu “membekas” bagi orang yang telah membacanya?. Selintas secara gamblang buku ini mencerminkan bagaimana pendidikan di Indonesia dan tentunya pelajaran berharga tentang kesabaran, semangat juang serta hakekat persahabatan erat.

Dipetik dari history kehidupan penulis Andrea Hirata sendiri, buku ini (dengan koleksi kata2 yang sangat Ok) mengkisahkan tentang sebelas orang anak Melayu Belitung, yang betul-betul mencari, membutuhkan dan meng-arrange ilmu  pendidikan dengan sedemikian gigihnya. Dengan keterbatasan, kekurangan dan kondisi keadaan yang tidak dibuat-buat, buku ini mampu begitu banyak memproduksi rasa. Lucu, unik, duka, haru-biru, motivasi dan bahagia ceria bercampur membentuk pola kedahsyatan cerita.

Contohnya: Lintang, kuli cilik yang “bening & smart”, dengan riangnya naik sepeda (80 km) PP ke sekolah renta atau sekedar untuk pengen teriak & nyanyikan lagu oncak “Padamu Negeri”. Mahar, kenek parut kelapa, lebih merupakan seniman instan yang tak logis, kreatif inovatif, akhirnya berhasil mengangkat sekolah kampung dalam karnaval pawai 17 Agustus-an dengan “buah gatalnya”., Begitu juga keunikan lain yang ada pada sembilan orang Laskar Pelangi lainnya. Fakta minor ekonomi yang melatarbelangkangi, pikiran yang jujur dan jernih, indahnya keluhuran aventorir mereka, mampu membuat kami tertawa, mengharu-biru (miris) , dan memberi arti pada setiap lembar yang terbaca. Sang penulis, Andrea begitu detail menceritakan kondisi dan peristiwa, saat keterjadian cerita Laskar Pelangi ini, termasuk hal-hal yang menurut kami menakjubkan dan sungguh menggugah dunia pendidikan.

Akhirnya, berikut ini komentar di-web dari beberapa “orang” tentang buku ini. Dan khusus kepada rekan2 “smantiga” buku ini bisa dibeli dengan harga Rp. 47.000 hingga Rp. 69.000. Sayangnya, kami hanya beli satu, kalau mau sewa bukunya dari kami, silahkan saja, Rp. 2.000/hari (belum termasuk ongkos kirim).  Thanks to Andrea H for a wonderful book

Komentar2 :

“Saya sangat mengagumi novel Laskar Pelangi karya Mas Andrea Hirata. Ceritanya berkisah tentang perjuangan dua orang guru yang memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. [Novel ini menunjukkan pada kita] bahwa pendidikan adalah memberikan hati kita kepada anak-anak, bukan sekadar memberikan instruksi atau komando, dan bahwa setiap anak memiliki potensi unggul yang akan tumbuh menjadi prestasi cemerlang di masa depan, apabila diberi kesempatan dan keteladanan oleh orang-orang yang mengerti akan makna pendidikan yang sesungguhnya.

(Kak Seto – Ketua Komnas Perlindungan Anak)

“Ramuan pengalaman dan imajinasi yang menarik, yang menjawab inti pertanyaan kita tentang hubungan-hubungan antara gagasan sederhana, kendala, dan kualitas pendidikan.” (Sapardi Djoko Darmono – Sastrawan dan Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UI)

“Di tengah berbagai berita dan hiburan televisi tentang sekolah yang tak cukup memberi inspirasi dan spirit, maka buku ini adalah pilihan yang menarik. Buku ini ditulis dalam semangat realis kehidupan sekolah, sebuah dunia tak tersentuh, sebuah semangat bersama untuk survive dalam semangat humanis yang menyentuh.” (Garin Nugroho – Sineas)

4 Tanggapan to ““Laskar Pelangi””

  1. Ridwan said

    Dil,

    Inilah hikmahnya…aku dak pacak datang nemui awak waktu di Jakarta. Sehingga engkau merasa bosan di hotel dak katek kawan, lalu jalan-jalan ke toko buku.

    Cobo kalu aku datang, paling kito ngobrol cas-cis-cus, dengan dua atau tiga setengah cangkir kopi.

    Itu buku, seperti apa adanya kita…

  2. Fadil said

    Betul… Wan!, kemaren cuma sempat ketemu samo Ica.
    Kabarnyo besok awak nak ke Jogja..!, kalu jadi, salam ke be samo Kang Hamdi, Wan!

  3. Yuliyasik said

    Ayo temen-temen, kita juga punya banyak Andrea Hirata2 yang belum tampil, cerita persahabatan kita juga layak ditampilkan sebagai novel. Ada Sufi Hamdi yang tulisannya sangat filosofis dan kontemplatif, ada Pendekar Ridwan yang tulisannya sangat naratif dan imajinatif, ada Fadil yang tulisannya sangat inspiratif. Kolaborasi kalian bertiga bukan tidak mungkin menghasilkan karya tulis yang fenomenal. He..he..aku support deh dengan membongkar-bongkar arsip kenangan masa SMA ….

  4. Fadil said

    Nah.. ini baru ide yang ok!, gimana kalo sama2 kita coba2 tulis diblogsite, kisah2 tentang ke-aneh-an, kejujuran hati, kesederhanaan, haru-biru, cinta, ceria, ngeselin, canda, usil-gila. Kalo aku, mungkin sudah banyak yang terlupa. Kita bisa mulai dengan sembarang dulu-lah, ntar kita susun bareng2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: