smantiga86

Lord of SMANTA Alumni

TAPOS, THE HIDDEN SCENES

Posted by smantiga86 pada Januari 7, 2008

(Tulisan ini dikutip dari email Ibu Yuli Ramunda Yasik, 7 Januari 2008) 

Kalau diibaratkan film, maka tulisan Ridwan Aziz adalah suatu jalinan narasi yg utuh. Membaca tulisan tsb membuat kita yang hadir dapat mereview kembali semua (amazing moments); di Tapos, rekan2 yg tdk hadir juga dapat merasakan hangatnya atmosfir persahabatan (walaupun kita banyak diguyur hujan) yg terjalin di sana.
Tulisan ini hanya ingin melengkapi tulisan Ridwan. Jadi kalau tulisan Ridwan adalah film yg utuh, maka tulisan ini adalah bagian2 kecil yg mungkin luput..(the hidden scenes..)
Pada saat kumpul2, Ridwan selalu berat hati meninggalkan forum kalau ada sang istri di sana. Barangkali beliau takut kalau bisul2nya di masa lalu dibongkar saat dia enggak ada. Padahal menurut kita sih, Ridwan itu gak ada bisul2nya..(tapi kalau borok, banyak…he..he..). Ada Sahala yang menurut diagnosis kita menderita “dementia praecox” atau pikun dini. Soalnya beliau ini pelupa sekali. Jadi jangan marah kalau ketemu temen2 terus dia bilang,  anda siapa ya?….

Di saat sdg hangat membahas rencana acara kumpul2 di Yogya, ada Bang En, yang punya usul gimana kalau kumpul2 berikutnya di Papua (tempat Madon!), semua langsung meledak, usul yang bagus Hen, biar hemat kita kumpul aja dulu di Australia, nanti berangkat ke Papua sama2….setuju???
Di saat sedang membahas biaya, Henny menetapkan bahwa biaya harus sehemat mungkin, tapi akomodasi di Yogya harus di Hyatt!!Harga mati! Hyatt atau tidak sama sekali! (he..he…H. Hamdi langsung terpekur..mengkalkulasi biaya yang harus ditombokin….) Untunglah ada Febry yg selalu tenang2 menghanyutkan. Dengan kalem Febry bilang kalau biaya paling2 cuma seratus ribu perorang, tapi terus dikumpulkan ke Sahala untuk dikembangkan melalui investasi Syariah..kalau mau hasil yg cepat ya…dikembangkan melalui judi….!!(Lagi2 usul yg luar biasa dari seorang praktisi bisnis).
Yah, menurut Dian, Febry dan Hamdi memang sama, sama2 “gilo” maksudnya..
Kalau Teddy, istrinya tampaknya sudah sangat “imun”  terhadap virus nakal suaminya. Salut buat mbak Ema..Untunglah setelah berhasil menolong Ridwan yg dompetnya kecebur di kolam, akhirnya Teddy juga ikut kecebur di penghujung acara..(untung buat yg nonton, maksudya..)
Banyak lagi momen2 yang tak terungkap,namun sangat memperkaya jiwa.
Ada Dewi,yang masih secantik dulu walaupun anaknya sdh ABG, Yessy yg asli cetak biru bu Arifah (ibu kesenian), Dina yang gagah (maklum KOWAD),Melly yg “chic n trendy” (Ridwan tega banget enggak nampilin foto Melly..), Dian dan Erry yang fokus di  “beauty business” (thanks for the support, aku belajar banyak dari kalian..dan baru mau mulai..).
Yayan yg selalu ngocol, tapi sekarang serius jadi ahli IT (gak masalah kan? Karena ilmu itu global..nanti kalau sudah bosen di IT, aku usul jadi dokter aja ya…nyobain…he..he..)
O ya, ada Tutik juga yang empek2nya laku keras. Saking berharganya empek2, Yayan memprioritas kan membawa empek2 dari pada orang yg membuatnya..(he..he..tapi akhirnya Tutik muncul tepat pada waktunya sehingga terangkut juga ke Tapos!)Tks Tut..
O ya, ada juga cerita Brownies Kukus Bandung yang dijadikan umpan untuk mancing ikan oleh anak2. Ternyata menurut Febry,benih2 ikannya berasal dari Bandung, jadi wajar jika mereka menyukai makanan dari kampung asalnya..(dasar ikan elite..!)
Amirullah sempat membuat iri para bapak2, karena sudah melanglang buana saat masih bujangan (Spanyol, Thailand, apa lagi ya..??). Komentar Hamdi:  Alangkah ladas kau Mir!! Para ibu2 sebetulnya bingung, apanya yg “ladas”  ya..
Pokoknya semua seru…pengalaman batin buat orang tuanya, pengalaman asyik buat anak2nya. Salam persahabatan, Yuli Ramunda Yasik!(Sama sekali bukan pendekar, cuma ibu dari 3 anak dan istri dari seorang suami..)

Bandung, 7 Januari 2008.

7 Tanggapan to “TAPOS, THE HIDDEN SCENES”

  1. ridwanaziz said

    ==========

    ….Yuli Ramunda Yasik!(Sama sekali bukan pendekar, cuma ibu dari 3 anak dan istri dari seorang suami..)

    ==========

    Yul, mana ada pendekar ngaku!
    Ngaku ajalah…kamu kan ngakunya bukan pendekar, jadi kamu pendekar!

    Itu buku yang sempat kita diskusikan judulnya apa ?

  2. yuliyasik said

    Aku tetep gak ngaku pendekar..(pendek dan kekar). Kan kalo pendekar dengan ilmu yang sudah tinggi, enggak akan pernah ngaku…(jadi aku pendekar bukan sih?? Aku jadi bingung, sudahlah kamu ajalah yang jadi pendekar bulu gajah itu..)
    Buku yang mana Wan?? Terlalu banyak buku yg aku baca, jadi kamu harus spesifik …he…he..

  3. Achmad Febriyansyah said

    ======================================
    Melly yg “chic n trendy” (Ridwan tega banget enggak nampilin foto Melly..),
    ======================================
    Waduh Yul, sorry buat semua terutama Mely, bukan salah Ridwan sehingga photo Mely tidak tampil di sesi photo bersama, sebab sumber photo ini dari aku.

    Aku coba analisa kejadian ini, akhirnya ketemu jawaban dari permasalahan tersebut, yaitu sbb: sebenernya dibeberapa jepretan dari beberapa kamera, Mely hadir disini, cuma ‘sialnya’ saat jepretan yg pake kameraku kemungkinan besar Mely sedang ke toilet. Coba teman2 perhatikan posisi antara Heni dan Hamdi yang renggang, awalnya aku sempet bertanya2 ada apa gerangan sehingga Heni berusaha tidak mendekat ke Hamdi? apa mencoba menghindari keusilan tangannya? ternyata setelah Yuli mengangkat masalah ini baru ketauan jawabannya: tempat yang renggang itu adalah tempat yang ditinggalkan Meli saat ke toilet.

    Untuk itu, kiranya ada diantara temen2 yg punya photo bersama yang bener2 bersama, silahkan aja di-replace photo di blog ini dengan versi full-team. Sekali lagi mohon maaf.

  4. Fadil said

    Dari 3 komentar tsb diatas, kesimpulan sementara yang dapat ditarik adalah :

    1. Yuli sebenarnya adalah seorang “Pendekar” 😀 ………dikutip dari komentar Ridwan sbb:
    ===============================================================================
    Yul, mana ada pendekar ngaku! Ngaku ajalah…kamu kan ngakunya bukan pendekar, jadi kamu pendekar!
    ===============================================================================

    2. Ridwan sesungguhnya adalah “Pendekar Bulu Gajah”, bukan “Pendekar Bulu Perindu”😀
    dikutip dari komentar Yuli sbb:
    =======================================================
    Aku jadi bingung, sudahlah kamu ajalah yang jadi pendekar bulu gajah itu..
    =======================================================

    3. Heni & Hamdi ” rengg*** ” 😀 dikutip dari komentar Yayan sbb:
    =====================================================
    Coba teman2 perhatikan posisi antara Heni dan Hamdi yang renggang
    =====================================================

    4. Meli sebagai seorang “chic n trendy” meninggalkan antara Heny & Hamdy saat ke dst…. ,😀 dikutip dari komentar Yuli dan Yayan sbb:
    ===================== ======================================================
    Melly yg “chic n trendy” ……. tempat yang renggang itu adalah tempat yang ditinggalkan Meli saat ke toilet
    ====================== ======================================================

    ha..ha… ha…. ..😀 (15 kali)

    Kiro2 makmano, Yan?

  5. Yuliyasik said

    Aduh, cukup Dil, aku sdh sakit perut ketawa…
    Buat Ridwan, aku baru inget bukunya,barangkali yg kamu maksud adalah seri Tasawuf Modern/ Sains dari Agus Mustofa sbb:
    1. Energi Pusaran Ka’bah
    2.Terpesona di Sidratul Muntaha
    3.Buat apa berpuasa
    4. Ternyata Akhirat Tidak Kekal
    dll ( aku lupa lagi judulnya), sbg seorang pendekar yg selalu mencari kebenaran, aku jamin kamu pasti terpesona dg buku2 ini krn dia mengajak kita mendalami Islam dari perspektif Sains. Kalau kesulitan mendapatkan buku2nya kontak aku….Salam Pendekar!!

  6. ridwanaziz said

    Ini menunjukkan kamu itu pendekar Yul, aku bahkan tidak perlu menjelaskan lebih jauh, kamu sudah menemukan blind spot yang kutuju.

    Mari kita resmikan julukan “Pendekar Sutra Ungu” untuk ibu Yuli.

  7. ridwanaziz said

    thanks yul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: