smantiga86

Lord of SMANTA Alumni

Silaturahmi yang terus mengalir…

Posted by ridwanaziz pada Oktober 24, 2007

(Dari dua menjadi lima, dari lima menjadi bilangan sembarang)
Notulen Review Acara Reuni SMAN3 ‘86, tanggal 18 Okt 2007 di Rumah Rekan Fadhil

rapat11.jpg rapat2.jpg rapat41.jpg

Pertemuan dihadiri oleh Hamdi, Feter, Samudi, Fadhil, Fadli, Dayat, Fredy, Erry, Yayan, Luthfia, Rince, Melly, Mustofa, Ridwan, E. Jally. TKP bersejarah tak ayal lagi adalah kediaman rekan Fadhil, yang secara historis merupakan salah satu tempat yang paling sering dipakai “ngumpul” dari zaman perjuangan SMA dahulu. Salah satu alasan mungkin karena jaraknya yang sangat dekat dengan sumber mata air, sehingga air kopi dan suguhan lainnya lancar mengalir.

Gagas awal dari pertemuan ini adalah melakukan “reka ulang” kegiatan reuni mulai dari persiapan hingga hari pelaksanaan. Di samping itu yang juga menjadi pokok perhatian adalah perumusan gagasan-gagasan gerak selanjutnya guna melanjutkan momentum yang telah terbentuk dari pelaksanaan acara tersebut. Atas dasar kesepakatan setempat, Ridwan ditunjuk untuk menjadi notulis, – sang perekam.

Secara resmi, pertemuan dibuka oleh Hamdi selaku ketua panitia, sekitar pukul 21.00. Wejangan yang singkat namun padat dan dipadatkan ini, memberikan landasan gerak yang di-amin-i oleh seluruh rekan yang hadir yaitu “Silaturahmi dalam Keluhuran”.

Bahwa sesungguhnya, perjalanan komunitas alumni SMAN3 ’86 ini tidak akan pernah mengalir hingga saat ini bila ia tidak merupakan komunitas yang berdasarkan keluhuran hubungan, tidak ditumpangi oleh kepentingan kelompok dan golongan serta tidak mengandung muatan-muatan politik.

Ke depan, cukuplah bagi kita menjadikan azas “keluhuran” ini menjadi landasan gerak dari semua tindak lanjut yang mungkin terjadi. Dayat bergumam bijak, “Mulailah dari potensi yang ada, mungkin pada awalnya tidak perlu banyak orang dahulu, yang penting – Gulirkan”. Seperti kata Yayan dan Erry mengutip salah satu baris puisi yang dibacakan Ridwan di panggung pada acara reuini “dari dua menjadi lima, dari lima menjadi bilangan sembarang…”.

Fadhil menimpali bahwa sebagai respon yang efektif bagi beberapa masukan dari rekan-rekan yang hadir di acara reuni “what’s next?”, sebaiknya kita coba rumuskan tindakan-tindakan berdasarkan “folder-folder” misalnya Folder Sosial, Folder Pendidikan, Folder Bisnis Komersial dan lain-sebagainya.

Dan juga yang tidak kalah penting adalah menjaga irama silaturahmi dengan tidak terputusnya komunikasi. Kalau tidak maka kurva momentum silaturahmi ini akan segera kembali menurun secara eksponensial. “Oleh karena itu, mari kita benahi dulu pendataan alumni kita secara seksama dalam dalam waktu sesingkat-singkatnya”, wejang Feter sembari menghisap rokok kretek filter keluaran salah satu rumah rokok di Kediri dalam-dalam. Di sampingnya, Boli dan Mustofa mengangguk-angguk mengamini seraya menyeruput miniman kaleng sari cincau yang dihidangkan.

E. Jally menyarankan juga untuk segera mengintroduksi personel-personel yang dapat menjadi titik simpul komunikasi sehingga informasi dapat menyebar dengan cepat. “Mungkin namonyo koordinator kelas-lah”, timpal Fredy dengan sungguh-sungguh. “Tempat saya bersedia dijadikan Posko untuk kegiatan-kegiatan sosial yang mungkin akan kita lakukan selanjutnya”, Luthfia membuka suara setelah sekian lama mengamati aliran diskusi dari rekan-rekan disekelilingnya.

“Supayo jugo ado ikatan batin yang mengalir, mungkin iuran rutin biso menjadi salah satu alternatif, bukan jumlahnya melainkan rasa keterlibatan yang mendalam terhadap keberadaan perkumpulan ini,” Samudi melontarkan buah pikirnya. Dengan sudut mata saya perhatikan anggukan tanda setuju dari Rince dan Melly.

Diujung pertemuan, Ridwan sang perekam menyampaikan isi hatinya tentang perjalanan hidup, dan bahwasannya sepertiga jatah hidup dari sang Khaliq sudah dilewati sebagian besar untuk kepentingan pribadi dan keluarga, saatnya sekarang pada paruhan berikutnya memberikan warna kepada masyarakat.

Sekitar 23.30 WIB, kami bersepakat menutup pertemuan diakhiri dengan saling bersalaman dan bermaafan. Rasanya ada sedikit kesedihan mengayuti sudut-sudut hati terdalam dari tiap-tiap kami, namun yang lebih besar adalah harapan di dada bahwa sesungguhnya kami akan selalu bertemu, dalam setiap gerak dan aliran nafas, pada aktifitas selanjutnya dari perkumpulan silaturahmi yang menjadikan keluhuran sebagai tulang punggungnya.

Jazakumullah khairan katsiran.
Salam buat keluarga!

gagas-aksi2.jpg

2 Tanggapan to “Silaturahmi yang terus mengalir…”

  1. Ridwan Azis said

    Temans, silahkan dikomentari, notulensi rapat dan sekedar action plan sederhana. Foto dari pertemuan menyusul.

    Selain itu teman-teman juga bisa daftar ke mailing list SMAN3 Palembang di address: http://groups.yahoo.com/group/alumni_sman3_palembang/

    atau kirim email ke: alumni_sman3_palembang-subscribe@yahoogroups.com

    atau: registrasi email dulur tu, melalui konsole yang tersedia di blog Ridwan — http://pekikceria.blogspot.com

  2. smantiga86 said

    Mang Wan, ado kemaren beberapa budak2 kito, maen ke rumah, nanyoke apo dio nian aksi program selanjutnyo, ado Wakpet, ado Andi Muksin, ado Boli, dan ado jg budak laen yg nyampeke lewat sms.
    Oh yo Wan, aku msh nunggu photo-photo dari kau Wan, kirim bae pake email atau aku “download” be.

    Buat Ica, cubo cek lagi emailnyo, ok ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: