Naik-naik ke Puncak “Tapos Bogor ” ![]()
18 November 2007, Minggu, jam menunjukkan 06.30 pagi. Mobil meluncur mulus menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) Palembang. Pagi ini mobil dan istri dengan “body terindah-nya”, begitu kompak mengantarkanku ke Bandara, mengiringi keberangkatan ke Jakarta. Kali ini, ada 2 (dua) agenda utama, pertama: survey ke Puncak Bogor bersama teman di Jakarta yang telah menunggu dan kedua: seperti biasa, ada tugas kedinasan yang perlu diselesaikan.
Tepat pukul 7.40 “burung garuda” take off dengan yakin menuju bandara Sukarno-Hatta (SH). Kurang 30 menit dari jam 9.00, sudah tiba di bandara SH, dan tak lama kemudian nampak Yayan & Erry (beserta anak2 mereka), kuhampiri mereka, tak lama2 ngobrol “yessenow-wessenow” akhirnya dengan mobil “Ryan” kita pun meluncur menuju Bogor.
On the way menuju Bogor, beberapa teman yang katanya telah menunggu di “meeting point” McD Cibubur sempat menanyakan konfirmasi “keberadaan” si manusia gilo? It’s Okay, hal ini mungkin dipengaruhi rasa keragu-raguan akan kehadiran kami.
Di -meeting point, kami (klg Yayan & aku) tidak melihat satu pun dari teman, mungkin karena lelah menunggu, ternyata mereka mampir dulu ke rumah Martin (Febri brother). On the way.. menuju Bogor….layaknya “power ranger” kami pun akhirnya bergabung dan membentuk iring-iringan. Dan dipastikan, teman-teman yang ikut survey ke Bogor… (villanya Febri)… ada Febri (tuan rumah), Henny, Melly, Dian, Yusri (Dian Hsb), Fadil, Yayan & Erry.
Anyway… jalanan cukup macet.. akhirnya kita semua sampai di daerah Tapos, dan.. “belok kiri primkopti” dan dimulailah …. mobilpun mulai menaiki tanjakan-tanjakan menuju lembah gunung Salak. Dalam hati… ketika tol Cipularang baru dibuka banyak orang memprediksi jalur Puncak akan sepi karena banyak yang beralih liburan ke Bandung, dan akan ramai hanya akhir pekan saja. Namun hal itu nampaknya salah. terbukti jalanan tetap macet, pusat belanja oleh-oleh masih berjajar, warung makan masih banyak, bahkan FO-FO mulai bermunculan.Karena memang kondisi dan situasi alam yang masih cukup nyaman untuk berlibur. Namun menyedihkan juga karena bukit yang menghijau sudah berganti dengan bangunan-bangunan. Kabut juga sudah semakin menghilang dan menjauh ke arah puncak-puncak bukit saja, sehingga sedikit dirasakan udara sudah tidak sesejuk dulu. Baca entri selengkapnya »